Bersyukurlah kalau kita masih bisa merasakan ketidak nyamanan karena sudah berbuat salah. Selamat.. artinya kita manusia yang memiliki hati nurani. Bahaya justru kalau alat sensor ini sudah tidak berfungsi, dan apapaun yang kita lakukan, kita merasa itu sudah paling benar, dan tidak mungkin keliru.
Mengakui kekurangan dan menyadari kenyataan bahwa kita pernah, bisa , dan mungkin akan berbuat salah adalah sama dengan memproklamirkan diri kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling berakal budi.
Kenyataan bahwa kita sekarang lebih pintar memilih yang baik bagi diri kita, adalah karena dulu kita pernah bodoh dan salah dalam memilih. Fakta bahwa kita sekarang lebih bisa tenang menghadapi segala sesuatu, termasuk menghadapi kiritkan, adalah mengakui bahwa dulu kita pernah membuang banyak waktu membalas menyerang yang mengkritik, tanpa bersikap tenang dan menginstrospeksi diri terlebih dahulu.
Berbuat salah itu manusiawi. Melakukan kesalahan itu menandakan bahwa kita memiliki kekurangan dan perlu terus belajar memperbaiki diri sebagai manusia yang berakal budi. Kalau sudah tidak pernah merasa salah, berarti sudah tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar, dan sensornya sudah tidak berbunyi meskipun batasan keliru itu sudah dilewati. Be careful.. be very careful when you feel that you can do no wrong. You are being questioned as a human being.
Berbuat salah itu berarti kita masih hidup dan bernapas, dan siap menghadapi masa depan dengan lebih bijaksana dari hari ke hari. Mengakui kesalahan itu mulia.., karena dengan mengakui kesalahan , kita menyatakan bahwa kita ini hanya manusia biasa yang bisa keliru, dan yang tidak pernah keliru itu hanya Tuhan. Bukankah itu tujuan kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia ?. Memuliakan Tuhan lewat kehidupan nyata, dan mengakui bahwa kita bisa salah, dan yang selalu benar itu hanya Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar