Rabu, 09 Oktober 2013

CINTA SEPERTI LUKISAN

Seperti pelukis memadukan ide dan gerakan tangan meracik warna sehingga tercipta sebuah karya lukisan yang penuh cita rasa yang lahir dari hati yang paling dalam. Begitu pula cinta, Jika cinta itu adalah warna, kuas dan kanvas… maka dua insan berbeda inilah pelukisnya yang akan melukis disebidang kanvas putih. Haruslah jelas lukisan apa yang kan dibuat sehingga bisa saling memberi warna yang membangkitkan rasa bahagia.

Ketika di tengah perjalanan kita bingung harus memberi warna apa, cobalah istirahat sejenak dan bertanya warna apa yang saya inginkan, apakah merah, pink,hijau atau hitam. Sebuah karya yang bagus lahir dari perpaduan warna yang harmonis, jika masing masing warna itu ingin berlomba menunjukan diri maka hasil lukisannya tidak seindah yang diinginkan.

Cinta adalah keselarasan hati yang tercipta dari perbedaan dengan rasa saling melengkapi yang menciptakan harmony jiwa.

==============================

 

 
BEGITU PULA DENGAN KEHIDUPAN SEPERTI LUKISAN

Orang yang BIJAKSANA adalah orang yang dengan hati lapang selalu belajar dari sejarah pengalaman hidupnya. hidup ini bagaikan sebuah KANVAS yang kita LUKIS dengan aneka ragam pengalaman hidup kita bersama Tuhan. aneka warna pun telah menghias dan menyemarakkan hari-hari kita, kadang hitam, kadang putih, kadang abu-abu

kita membingkainya dengan hati bijaksana dan rasa syukur kepadaNya. saatnya kita menilai layak tidaknya lukisan ini dipertontonkan bagi khalayak untuk kemuliaan Tuhan. Kejujuran, Keterbukaan, dan kebesaran hati sangat diperlukan agar lukisan kedepannya lebih baik lagi,

Orang yang bijaksana adalah orang yang menghargai hidup dan kehidupan yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Tuhan sangat menghargai setiap orang yang menghargai kepercayaan yang diberikan kepadanya dengan cara mengembangkan potensi hidupnya secara maksimal. Ia akan selalu memperhitungkan setiap kelelahan, usaha, setiap dedikasi, waktu, tenaga dan apapun yang kita Investasikan dalam tugas yang dipercayakanNya. dan sebaliknya Ia sangat mengutuk setiap kemalasan, dan sikap yang tidak bertanggung jawab.

 Mari kita membuka KANVAS yang baru. ambillah kuas dan cat kehidupan serahkan kepada Dia. Biarkan Tuhan yang mulai menggoreskan warna-warna kehidupan itu kedalam setiap pribadi kita.
sehingga ketika tiba waktunya Nanti kita membingkainya dengan Bangga, karena hidup kita telah dilukis oleh Tangan sang Maestro

Master Pelukis kehidupan atas CiptaanNya sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar